Fakultas Pertanian Follow Up Rencana Pengelolaan Lahan Pertanian Non Produktif - DUTARINJANI.CLUB

INFO TERBARU

Fakultas Pertanian Follow Up Rencana Pengelolaan Lahan Pertanian Non Produktif

Rini Endang Prasetyowati, SP,.M.Agb,
Sekretaris Dekan Fakultas Pertanian UGR

DUTARINJANI.club. Berdasarkan  statistic lahan pertanian tahun 2017, Indonesia memiliki lahan sawah seluas 8.18 juta hektar. Tanah tersebut terdiri dari lahan irigasi sebanyak 4.78 juta hektar dan wilayah sawah non irigasi seluas 3.40 hektar. Namun demikian, seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan kebutuhan manusia serta faktor lainnya, tentu saja lahan-lahan tersebut menyempit.

Diantara lahan pertanian tersebut, ada yang merupakan lahan produktif, dan adapula yang non produktif. Maka, dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kemampuan mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR), khusunya fakultas pertanian melakukan observasi lokasi lahan non-produktif dan akan mengubahnya menjadi lahan produktif.

Terkait upaya tersebut Sekretaris Dekan Fakulatas Pertanian UGR, Rini Endang Prasetyowati, SP,.M.Agb melakukan konsultasi terkait ke Rektor UGR, Selasa, 6 November 2018 di Ruang Rektor UGR.
 
Kepada Biro Humas UGR, Rini Endang Prasetyowati, SP,.M.Agb menjelaskan bahwa sebelum tindak lanjut terkait rencana tersebut, pihaknya sudah meninjau lokasi bersama tim ahli pertanahan uiversitas gunung rinjani.

“Lahan tersebut berada di Kelurahan Suryawangi, dimana rencananya kami akan mengolahnya menjadi lahan produktif, disana akan dikembangkan Agro Wisata, semoga kedepan bisa digunakan mahasiswa sebagai lahan praktik terkait,” terang Sekretaris Dekan Fakultas Pertanian, Rini Endang Prasetyowati, SP,.M.Agb.

Alasan memilih lokasi tersebut adalah karena dari sisi postur tanah sudah berubah, yang sebelumnya adalah lokasi tambang pasir dan tanah produktifnya sudah habis dijual dan kini tinggal lahan lumpur berpasir, oleh karena itu berdasarkan hasil observasi tersebut pihak Fakultas Pertanian mengusulkan untuk dijadikan lahan agro wisata.

“Karena lokasinya berdekatan dengan pantai labuhan haji. Kaitannya dengan tujuan pengembangan lahan tersebut menjadi agro wisata adalah dari sisi lokasi sangat strategis dengan lokasi pengembangan wisata yang sedang berkembang didaerah itu,”lanjutnya.

Sementara itu rektor UGR mengapresiasi rencana tersebut seraya menyarankan agar semua mahasiswaa yang ada di Universitas Gunung Rinjani lebih banyak melakukan kuliah praktek di lapangan agar tidak terjadi kesenjangan antara teori dan materi yang disampaikan didalam kelas.

“Semua negara maju didunia menghargai mahasiswanya dengan kerja kinerja yang diukur melalui kegiatan kuliah praktek dilapangan”, ungkapnya di ruang kerjanya. Namun selain praktek juga semua fakultas yang ada di lingkup universitas gunung rinjani harus mendorong semua mahasiswa untuk terjun kelapangan agar mengetahui semua persoalan di lapangan dan dapat mencari solusi terhadap persoalan yang terjadi baik secara lokal maupun secara nasional.
PLEASE SHARE AND COMMENT

TERPOPULER MINGGU INI

Post Bottom Ad